Sabtu, 23 Mei 2026

Materi Peremajaan Tanaman Kakao

 Peremajaan tanaman kakao dapat dilakukan melalui 2 (dua) cara, yaitu:

1.       Sambung Samping

Sambung samping merupakan metode peremajaan kakao yang masih sehat tetapi sudah tidak produktif lagi.  Pelaksanaan sambung samping dilakukan pada awal musim hujan pada saat tanaman kakao tumbuh aktif. 

Pelaksanaan sambung samping:

a.     Batang bawah

·       Pada ketinggian 40-60 cm diatas permukaan tanah, kulit batang disayat vertikal sepanjang 5 cm, jarak antar sayatan 1-2 cm atau sama dengan diameter entres yang akan disispkan.  Tebalnya sayatan sampai mencapai jaringan cambium.

·       Diujung atas sayatan dipotong miring ke bawah sampai mencapai jaringan cambium, selanjutnya kulit batang diungkit untuk mengetahui apakah kulit mudah dibuka.  Tetapi membuka lidah kulit nanti bersamaan dengan saat menyisipkan entres.

·       Sambung samping dapat dilakukan lebih dari satu tempat pada setiap pohon.

b.     Entres

·       Entres disiapkan dengan cara memotongnya sepanjang 10-12 cm dengan 3-5 mata tunas.

·       Pangkal entres disayat miring sehingga diperoleh bentuk permukaan sayatan runcing seperti biji.  Panjang sayatan 3-4 cm.

·       Untuk memperoleh tingkat keberhasilan yang tinggi, entres yang digunakan harus dalam keadaan segar.

 

2.       Sambung Pucuk atau Okulasi pada Tunas Air

Untuk tanaman kakao yang kulit batangnya lengket, disarankan untuk melakukan sambung pucuk.  Pelaksanaan sambung pucuk sama dengan okulasi di pembibitan.

Jumat, 24 April 2026

Materi Penanaman dan Pemupukan Kacang Merah

 Seperti halnya penyiapan lahan untuk tanaman kedelai maupun kacang hijau, pengolahan tanah dilakukan secara optimal, yang umumnya diperoleh dengan dua kali pembajakan dan diikuti dengan perataan tanah. Kacang merah tergolong tanaman yang toleran terhadap kelembaban tanah tinggi, karenanya pembuatan saluran drainase perlu diperhatikan dalam budidaya kacang merah.

 

a.    Penanaman

 

            Penanaman kacang merah dilakukan dengan menggunakan tugal, ditanam dua hingga tiga biji perlubang, dan diperjarang menjadi dua tanaman perumpun pada umur sekitar delapan hari setelah tanam. Kacang merah ditanam dengan jarak 40 cm antara barisan dan 10 cm di dalam barisan, atau setara dengan populasi 330.000 hingga 500.000 tanaman per ha. Kacang merah ditanam dengan populasi tinggi yaitu 500-600 ribu tanaman / ha (Desborough dan Redden, 1998).

b.    Pemupukan

 

Tanaman kacang merah memiliki bintil akar yang cukup effektif dalam menambat nitrogen udara, walaupun demikian upaya penambahan unsur hara melalui pemupukan masih tetap diperlukan. Dosis pupuk (N, P2O5 dan K2O) disesuaikan dengan status kesuburan tanah yang akan digunakan, namun sebagai pedoman umum dapat mengikuti dosis anjuran pada tanaman kedelai, yaitu Urea sekitar 75 kg, SP-36 100 kg, dan KCL 100 kg per ha, diberikan seluruhnya pada saat tanam, 30 % pada saat tanaman berumur 20 hst dan sisanya diberikan pada saat menjelang berbunga (Keng-Feng, 1994)

Rabu, 25 Maret 2026

Materi Penyediaan dan Penggunaan Benih Unggul Pada Tanaman Kacang Merah

 Kacang merah merupakan salah satu tanaman yang bisa kita tanam. Selain tanaman ini sangat mudah untuk dibudidayakan, hasil yang kita dapat, terutama pada gizi dan karbohidrat yang aman untuk kesehatan dari tanaman ini juga merupakan salah satu alasan kuat untuk memilih kacang merah. Ada banyak cara budidaya kacang merah yang bisa kita gunakan seperti cara budidaya tanaman kacang yang lainnya. Kacang merah akan dapat tumbuh dengan baik dengan teknik budidaya yang tepat, bila tanaman ini ditanam dengan kondisi suhu antara 20 sampai 25 derajat Celsius. Bila suhu dibawah 20 derajat, maka proses fotosintesis kacang merah akan terganggu, sedangkan bila suhu lebih dari 25 derajat, maka akan banyak terdapat biji kacang hampa atau tidak menghasilkan apa-apa karena tenaga banyak digunakan untuk proses pernafasan, dan hal ini tidak akan dapat diselesaikan dengan cara tanam apapun.

Adapun melaksanakan budidaya tanaman kacang merah yang perlu diperhatikan antara lain penggunaan benih unggul/bermutu :

·      Murni sesuai dengan deskripsi varietas

·      Berdaya tumbuh tinggi ( > 90% atau lebih )

·      Mempunyai vigor yang baik dan serempak

·      Sehat, bersih, tidak keriput dan tidak ada bekas serangan hama

·      Memiliki kadar air 9 – 11 %

Rabu, 11 Maret 2026

Materi Penanaman Tanaman Kopi

 ·     Pembuatan Lubang Tanam

            Tanah digali dgn ukuran panjang, lebar, & tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut   dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu. Tanah bagian atas & bawah dipisahkan. Lubang tanam ditutup kembali dgn posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dgn 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dlm lubang. Lubang tanam yg telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang tanam.

 

·     Penanaman

a.      Jarak Tanam

Sistem jarak tanam untuk kopi arabika antara lain :

-     Segi empat        : 2,5 x 2,5 m

-     Pagar                  : 1,5 x 1,5 m

-     Pagar ganda     : 1,5 x 1,5 x 3 cm

b.    Lobang Tanam

-      Harus dibuat 3 bulan sebelum tanam.

-      Ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm, 60 x 60 x 60 cm, 75 x 75 x 75 cm atau 1 x 1                             x 1 m untuk tanah yang berat.

-     Tanah galian diletakan di kiri dan kanan lubang.

-     Lubang dibiarkan terbuka selama 3 bulan.

-     2 -4 minggu sebelum tanam, tanah galian yang telah dicampur dengan pupuk   kandang yang masak sebanyak 15/20  kg/lubang, dimasukkan kembali ke dalam lubang.

-     Tanah urugan jangan dipadatkan.

       c.    Waktu Penanaman

-      Penanaman dilakukan pada musim hujan

-      Leher akar bibit ditanam rata dengan permukaan tanah.




Kamis, 05 Februari 2026

Materi Pengendalian Hama Pada Tanaman Kakao

 Hama utama yang sering menyerang tanaman kakao antara lain yaitu :

ü Kepik penghisap buah ( Helopeltis sp), pengendaliannya dilakukan secara biologis adalah menggunakan semut hitam sedangkan secara kimiawi dengan menggunakan insektisida Matador, Dharmacin 50 wp

 

Penggerek buak kakao ( PBK ), pengendaliannya dengan cara memusnakan buah yang diserang, pemangkasan rutin, membungkus buah dengan kantong plastik, penggunaan alat perangkat atau penggunaan pestisida seperti Decis 2,5 EC, Matador 25 EC bila perlu.

Selasa, 03 Februari 2026

Materi Persiapan Lahan Budidaya Kacang Merah

 Kacang merah termasuk jenis kacang-kacangan yang membutuhkan tempat yang beriklim sejuk. Untuk itulah kenapa kacang merah hanya dibudidaya di dataran tinggi. Selain alas an iklim, curah hujan yang tinggi juga akan sangat mempengaruhi pertumbuhan kacang merah.

Untuk menanam kacang merah di area pertanian biasa, tanah biasanya digemburkan terlebih dahulu agar nanti akar dari benih kacang merah dapat dengan leluasa bergerak dan air mudah menyerap kedalam tanah. Menanam kacang merah di lahan pertanian biasanya dilakukan dengan cara menugal atau membuat lubang-lubang sedalam 4 cm dengan bantuan kayu di atas bedeng.

Satu lubang tugal bisa diisikan 2 benih kacang merah. Namun agar benih dapat tumbuh dengan maksimal, ada baiknya lubang tugal dimasukkan pupuk kandang sebelum dimasukkan benih dan biarkan selama 2 hari agar tanah kaya akan unsur hara.

Rabu, 28 Januari 2026

SANITASI LAHAN LABU SIAM

Diseminasi atau penyebaran informasi terkait sanitasi lahan labu siam sangat krusial untuk mencegah serangan hama dan penyakit, terutama busuk buah, serta memastikan sirkulasi udara yang baik. Berikut adalah poin-poin penting sanitasi lahan labu siam berdasarkan praktik budidaya yang baik:

1. Tujuan Sanitasi Lahan Labu Siam
  • Mencegah Busuk Buah: Area tanam yang bersih mengurangi kelembaban berlebih yang menjadi pemicu jamur penyebab busuk.
  • Memutus Siklus Hama: Membuang sisa-sisa tanaman lama untuk menghindari hama dan penyakit tanaman sebelumnya menular ke tanaman baru.
  • Meningkatkan Kualitas Udara & Cahaya: Memastikan tanaman mendapatkan sinar matahari maksimal (6-8 jam) dan sirkulasi udara yang baik.
2. Tindakan Sanitasi Lahan (Kebersihan Area)
  • Pembersihan Gulma: Membersihkan rumput liar dan gulma hingga ke akarnya secara rutin.
  • Pemangkasan (Pruning): Melakukan pemangkasan daun tua secara rutin (setidaknya sebulan sekali) untuk mengurangi kelembaban di bawah tanaman.
  • Pembersihan Sisa Tanaman: Mengeluarkan sisa-sisa tanaman musim sebelumnya dari area tanam untuk mencegah patogen terbawa ke tanaman baru.
  • Manajemen Drainase: Memastikan drainase baik untuk menghindari genangan air di bawah tanaman.
3. Sanitasi & Pengolahan Tanah
  • Pembalikan Tanah: Mencangkul atau membajak tanah sedalam 30-40 cm untuk memperbaiki aerasi.
  • Pembersihan Batuan: Menyingkirkan batu, kerikil, dan sampah fisik dari area olahan.
  • Aplikasi Agen Hayati: Menaburkan bakteri baik seperti Trichoderma (Trikobio) secara rutin di sekitar area tanam untuk mencegah jamur jahat.
4. Sanitasi Pasca Panen/Perawatan
  • Lubang Tanam: Memastikan lubang tanam bersih dari material tanaman yang sakit sebelum bibit ditanam kembali.
  • Kebersihan Alat: Menggunakan pisau atau gunting tajam yang bersih saat melakukan panen atau pemangkasan untuk mencegah penularan penyakit.
Diseminasi informasi ini penting bagi petani untuk meningkatkan produktivitas karena labu siam adalah tanaman tahunan (produktif hingga 3-4 tahun) yang membutuhkan perawatan intensif pada kebersihan lahan.

Materi Peremajaan Tanaman Kakao

  Peremajaan tanaman kakao dapat dilakukan melalui 2 (dua) cara, yaitu: 1.        Sambung Samping Sambung samping merupakan metode perem...