Seperti halnya penyiapan lahan untuk tanaman kedelai maupun kacang hijau, pengolahan tanah dilakukan secara optimal, yang umumnya diperoleh dengan dua kali pembajakan dan diikuti dengan perataan tanah. Kacang merah tergolong tanaman yang toleran terhadap kelembaban tanah tinggi, karenanya pembuatan saluran drainase perlu diperhatikan dalam budidaya kacang merah.
a.
Penanaman
Penanaman
kacang merah dilakukan dengan menggunakan tugal, ditanam dua hingga tiga biji
perlubang, dan diperjarang menjadi dua tanaman perumpun pada umur sekitar
delapan hari setelah tanam. Kacang merah ditanam dengan jarak 40 cm antara barisan dan
10 cm di dalam barisan, atau setara dengan populasi 330.000 hingga 500.000 tanaman
per ha. Kacang merah ditanam dengan populasi
tinggi yaitu 500-600 ribu tanaman / ha (Desborough dan Redden, 1998).
b. Pemupukan
Tanaman kacang merah memiliki bintil akar yang cukup effektif dalam menambat nitrogen udara, walaupun demikian upaya penambahan unsur hara melalui pemupukan masih tetap diperlukan. Dosis pupuk (N, P2O5 dan K2O) disesuaikan dengan status kesuburan tanah yang akan digunakan, namun sebagai pedoman umum dapat mengikuti dosis anjuran pada tanaman kedelai, yaitu Urea sekitar 75 kg, SP-36 100 kg, dan KCL 100 kg per ha, diberikan seluruhnya pada saat tanam, 30 % pada saat tanaman berumur 20 hst dan sisanya diberikan pada saat menjelang berbunga (Keng-Feng, 1994)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar